Migrasi DKI Jakarta

Migrasi DKI Jakarta

Data yang cukup menarik dari SUPAS 95 ini adalah dalam tahun 1995,migrasi masuk ke Jakarta cukup turun drastis dibandingkan 5 lima tahun sebelumnya,yaitu dari 99 jiwa menjad 65 jiwa per seribu penduduk .Kebijakan pemerintahan DKI Jakarta yang semakin mempersulit para pendatang yang tidak mempunyai kepastian kerja,kiranya juga menompang semkain kecilnya arus masuk pendatang ke Jakarta.Gerakan gerakan yang di lakukan pemerintahan.Daerah DKI Jakarta,seperti yang terjadi pada bulan juni juli 1997,yang melakukan razia (pemeriksaan)terhadap penduduk,yang pada hakekatnya ingin melakukan shock therapy pada pendatang yang tidak jelas status dan pekerjaannya,merupakan tindakan yang mengurangi hasrat untuk migrasi ke Jakarta.Dengan berbagai faktor di atas,diperkirakan arus masuk ke Jakarta ini akan semakin kecil di masa yang akan mendatang.
Sementara itu,propinsi DKI Jakarta juga mencatat sebagai daerah yang tertinggi migrasi keluar risennya di Indonesia,baik dilihat angka relatife maupun absolutnya.Jika tahun 1980 dan 1985 masing masing terdapat 5,9% dan 5,8% penduduk DKI Jakarta yang pindah propinsi lain,maka tahun 1990 dan 1995 meningkat menjadi 12% dan 9% dari total pendudknya.Karena angka ini lebih besar dari moigrasi masuknya,akibatnya migrasi neto risen DKI Jakarta tahun 1995 sudah mulai negative.Salah astu penyebabnya antara lain adalah terjadinya migrasi ke propinsi tetangganya,yaitu Jawa Barat.Angka migrasi neto risen DKI Jakarta merosot sangat tajam dari 5,6% (positif) tahun 1980 menjadi 2,5% (negative) tahun 1995.Dengan melihat adanya kecenderunmgan penurunan migrasi yang masuk ke daerah ini selama 15 tahun terkahir ini,agaknya memberikan indikasi pula bahwa daya tarik Jakarta bagi para migrasi sudah semakin menurun.Semakin sulitnya peluang kerja di Jakarta bagi para pendatang agaknya merupakan faktor yang mengurangi minat penduduk di laur DKI untuk mencari pekerjaan ke Jakarta,dan keluarnya sebagian penduduk DKI kedaerah lainnya.Ini dapat terjadi karena faktor untuk mencari kerja atau meningkatkan taraf hidup inilah yang merupakan pendorong para migrasi datang Jakarta.
Namun demikian,kesimpulan demikian bisa saja keliru.Ini meningkatnya adanya pola pengembangan pembangunan perumahan di daerah tersebut yang meluas ke Propinsi Jawa Barat.Adanya kedekatan jarak geografis dan kemudahan arus transportasi,telah membuat sebagian penduduk Jakarta berpindah tempat tinggal di daerah Jawa Barat,khususnya kawasan Bogor,Tamggerang dan Bekasi (BOTABEK).Pembangunan Jabotabek ini antara lain di tunjang oleh adanya jaringan jalan raya serta transportasi dari DKI Jakarta sebagai ibu kota Repubulik Indonesia ke arah Barat,Selatan dan Timur.Beberapa jalan utama dalam lingkar luar DKI Jakarta telah di bangun,di samping jalan tol Jagorawi,Jakarta Merak,dan Jakarta Cikampek (lembaga Demografi UI dan Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup,1988,h.109).Perpindahan tempat tinggal penduduk Jakarta ini tidak selalu diikuti dengan perpindahan tempat kerjanya,atau ngelaju dari BOTABEK (Jawa Barat) ke Jakarta.Data SUPAS 95 menunjukkan ,sebanyak 48,41% migrant masuk risen ke Jawa Barat berasal dari DKI Jakarta tersebut.

Referensi :google

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s