Migrasi Daerah Istimewa Yogyakarta

Migrasi Daerah Istimewa Yogyakarta

Dalam kaitan migrasi ini,propinsi DIY agaknya memiliki karakteristik yang khusus dibandingkan dengan daerah lainnya.Migrasi masuk ke DIY selalu meningkat dari waktu ke waktu,sedangkan migrasi keluarnya,kecuali tahun 1995,selalu mengalami kenaikan.Data tahun 1995 menunjukkan,angka migrasi msuk risen ke Yogyakarta mencapai 7,5%,sehingga menempatkannya sebagai propinsi ketiga tetinggi migrasi masuknya,sedikit di bawah Jakarta (6,5%) dan Kalimatan Timur(6,0%).
Dapat di duga bahwa migrasi terbanyak yang masuk ke propinsi DI Yogyakarta ini adalah dengan alasan untuk melanjutkan pendidikan.Oleh karena itu,tidak mengherankan kalau angka migrasi keluarnya juga cukup tinggi.Sebab ,sebagian dari mereka yang selesai dari pendidikannnya,akan keluar lagi dari Yogyakarta.Migrasi keluar risen Propinsi DI Yogyakarta tahun 1995 menempati posisi kedua tertinggi di Indonesia (3,8%),dio bawah DKI Jakarta (9%).
Migrasi neto di DI Yogyakarta ini selalu konsisten positif,dan mengalami peningkatan selama satu dasawarsa terakhir ini.Bahkan,porsi migrasi neto di DI Yogyakarta dalam tahun1995 juga menempati peringkat keepat tertinggi di bandingkan propinsi lain di Indonesia.Mengamati perkebangan yang ada di Yogyakarta ini,maka paling tidak ada penyebab meningkatnya migrasi neto ke Yogyakarta tersebut.
Pertama,dengan ini semakin makmur masyarakat Indonesia,semakin tinggi pula kemampuan untuk mengenyam pendidikan.Untuk itu,mereka mencba mencari tempat pendidikan yang terbaik ,dan Yogyakarta umumnya salah satu daerah yang menjaid tujuan penduduk lainnya di Indonesia,biaya hidup di DIY relatif lebih murah.Pengamatan menunjukan,mereka yang melanjutkan sekolah ke Yogyakarta ini setelah selesai pndidikan sebagai tempat tinggal di Yogyakarta.Alasanya antara lain adalah Yogyakarta merupakan yang relatif baik pendidikan anak anaknya di masa yang mendatang.

Kedua,adanya kecenderungan mereka yang mampu mengirinkan anaknya sekolah di Yogyakarta telah diikuti dengan kepindahan orang tuanya ke Yogyakarta pula.mereka ini membeli rumah dan akhirnya mentap dan meng habiskan hari tuanya di Yogyakarta tersebut.Berbagai pengamatan di komplek kompleks perumahan menunujukan,semakin banyaknya para orang tua yang kemudian menyertai annak anaknya yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta.
Ketiga,adanya sebagian perantau yang berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya,setelah pensiun memilih membeli rumah dan menjadi penduduk Yogyakarta.Pertimbangan ini tidak jarang juga terkait dengan alasan kedua dia atas,yaitu sambil menunggu anak cucu yang juga bersekolah di Yogyakarta,disamping faktor faktor ingin kembali berkumpul dan dekat dengan keluarga yang sempat terpisah.
Adanya migrasi masuk yang secara kontiyu bertambah di Yogyakarta ini telah menimbulkan trasformasi kehidupan ekonomi dalam masyarakat.Yogyakarta yang sebelumnya di kenla sebagai kota yang relatif muurah,telah berubah menjadi semakin mahal yang di bandingkan beberapa kota di Indonesia.Di samping itu,wilayah Yogyakarta yang relatif sempit,dengan adanya tekanan pertambahan pendudukan dan pada migrasi,telah menyebabkan harga tanah sangat mahal dan semakin cepat kenaikannya.Oleh karena itu,tidak mengherakan jika indeks harga konsumen (inflasi) di Yogyakarta hamper selalu di ats rata rata propinsi lain di Indonesia.

Referensi:google

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s