Dampak Penyakit Kritis Pada Anak

Dampak Penyakit Kritis Pada Anak

1. Dampak pada pertumbuhan dan pubertas
Masa remaja awal merupakan periode di mana terjadi pertumbahan fisik dan perkembangan pubertas yang pesat,sedangkan masa remaja tengah dan akhir lebih dominan terjadi perkembangan kognitif dan psikososial.Masa pubertas dan “adolescent growth spurt” menyebabkan berbagai perubahan metabolic pada tubuh remaja dengan penyakit kronis .Sebagai contoh meningkatnya kadar hormon pertumbuhan pada masa remaja menyebabkan peningkatan resistensi insulin yang dapat remaja cenderung menimbulkan rasa ingin lepas ketergantungan dari orang tua dan ingin mencoba berbagai hal baru.
2. Penampilan (body image)
Remaja sangat sadar dengan penampilannya.Pubertas terlambat atau kecacatan yang tampak akan mengakibatkan rendah diri.Bentuk fisik yang berbeda di bandingkan dengan remaja sehat juga sering menimbulkan kecemasan dan depresi,karena remaja sangat memperhatikan fisik.Kondisi kronis yang mengharuskan menggunakan alat bantu misalnya alat bantu dengar,kursi roda,dan lainnya menyebabkan perasaan minder sehingga mereka cenderung menarik diri.Penampilan yang tidak normal,dapat menyebabkan:
a. Rendah diri.
b. Menyendiri dari kelompoknya.
c. Sering absen dari sekolah dan aktifitas lainnya.
d. Mengikatnya kekhawatiran terhadap fungsi seksual.
e. Gangguan makan.
f. Depresi,pemarah,atau keduanya.

3. Perkembangan social dan emosi
Dikatakan bahwa walaupun anak dengan kondisi kronis perkembangan psikososialnya lebih rendah dari pada anak yang normal,tetapi kondisi anak bukan faktor utama dalam mempengaruhi perkembangan emosinya.Kedekatan keluarga sangat penting dalam perkembangan emosi anak.Bila dibandingkan dengan remaja normal,maka bnayak masalah psikososial yang di hadapi remaja dengan kondisi kesehatan kronis.Penderita dengan masalah psikologi harus dievaluasi dan di pantau,dengan melibatkan tenaga profesional dalam kesehatan mental,seperti psikiater dan psikologi.
4. Kemandirian (independence-dependence)
Dalam penatalaksanaan medis,seringkali remaja dengan kondisi kronis di pengaruhi oleh perkembangannya dalam proses kemandiriannya yaitu remaja awal dan menengah .Pada anak dengan kondisi kronis sangat tergantung pada orang tuanya atau lainnya,termasuk dokternya;dalam perkembangan remaja ini dapat menjadi penurut dan kekanak-kanakan.
5. Pendidikan
Sering yang dihadapi anak-anak dengan kondisi kesehatan kronis,adalah sering tidak terjadinya masuk sekolah,kesulitan berpindah kelas satu atau ke kelas lainnya,berkurangnya fungsi kognitif karna obat-obatan ,meningkatnya resiko kumat karena minum obat yang tidak teratur.Ditambah lagi guru yang tidak mengerti tentang keadaan anak yang kronis,dan kurangnya pengetahuan dari guru terhadap cara mendidik anak-anaknya tersebut.Selain itu kurangnya komunikasi antar dokter,perawat dan guru dalam rencana pendidikan setiap anak.Juga komunikasi yang rendah antara orang tua dengan guru tentang kondisi anak dan kegiatannya di sekolah,kurang komunikasi ini sebanding dengan rendahnya pendidikan dan penghasilan orang tua.
Keharusan control secara teratur dan terkadang menjalani perawatan di rumah sakit menyebabkan mereka sering tidak masuk sekolah dan tertinggal pelajaran dibandingkan teman sekelasnya.Dengan demikian remaja dengan kondisi penyakit kronis mendapat kesulitan untuk menyelesaikan sekolah dan mengejar semua ketinggalan.Apabila tidak menyelesaikan sekolahnya maka mereka akan sulit mencari pekerjaaan yang layak.Hal ini berdampak terhadap aspek ekonomi karena mereka akan bergantung dari segi financial.
6. Kelompok sebaya (peer group)
Beberapa area psikososial spesifikasi,misalnya lepas ketergantungan dari orangtua,hubungan dengan keluarga,dan hubungan dengan teman sebaya merupakan maslah yang harus dihadapi remaja penyakit kronis .Remaja dengan kondisi kronis aktifitasnya sering terlambat dari faktor fisik,mental,atau masalah sensoris,hal ini disebabkan oleh kondisi yang terkait dirawat di rumah sakit,Anak dengan kondisi kronis sering di jauhi teman sebayanya,atau khayalannya sendiri bahwa teman temannya tidak mau bergaul dengannnya,Mereka seringkali merasa tersaing dan ditolak dari lingkungannya sehingga menarik diri dari lingkungan.
7. Terhadap keluarga
Kondisi penyakit kronis menyebabkan remaja sangat bergantungan kepada orangtua dan kelurganya.Waktu dan biaya yang di butuhkan untuk merawat remaja dengan penyakit kronis lebih banyak sehingga seringkali menimbulkan masalah ekonomi.Orang tua menjadi merasa bersalah,frustasi,cemas dan depresi terhadap penyakit yang dideritanya anaknya.Bagi anak atau anggota keluarganya yang lain,wkatu kebersamaan dengan orang tua akan berkurang.

Referensi:GOOGLE

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s