ANALISIS PENELI…

ANALISIS PENELITIAN KUANTITATIF DALAM KAJIAN FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKAN KONSEP DIRI REMAJA YANG MEMPENGARUHI TERPAAN SELEKTIF INFORMASI TENTANG PERILAKU SEKSUAL DALAM MEDIA CETAK

 

 

  1. I.                  Pendahuluan

 

Latar belakang penulisan makalah ini adalah sebagai tugas akhir mata kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi 1 pada semester II kelas S1 Eksekutif STIKS Tarakanita.

 

Definisi Penelitian

 

            Menurut Kepmendikbud No. 212/U/1999, penelitian adalah kegiatan taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian. Kamus Oxford (1995), research: careful study esp in order to discover new facts or information. Kamus Webster (1966), research: careful or dilligent search; to search or investigate exhaustively; to search again or anew. Kamus besar Bahasa Indonesia (2001), penelitian adalah:

  1. Pemeriksaan yang teliti
  2. Kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.

Woody (dalam Danim, 2002), penelitian merupakan metode untuk menemukan kebenaran , disamping itu juga merupakan suatu pemikiran kritis. Pearson (dalam Whitney, 1960) penelitian adalah pencarian atas  sesuatu secara sistematik dan dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan. Burnd dan Grove (1993), research is diligent systematic inquiry or investigation to validate and refine existing knowledge and generate new knowledge. Penny (1975), penelitian adalah pemikiran yang sistematik mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta. Hillway (1956), “ a method of study by which, through the careful and  exhaustive of  all ascertainable evidence bearing upon a definable problem, we reach a solution to the problem “. Kerlinger (1986) penelitian adalah suatu penyelidikan yang sistematis , terkendali, empiris, dan kritis mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipoptesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga ada di antara fenomena-fenomena tersebut.

 

Jenis-jenis penelitian

 

Menurut Kline (1980), berdasarkan tujuan terbagi menjadi penelitian dasar, penelitian terapan dan penelitian evaluasi. Berdasarkan metode, terbagi menjadi penelitian historis, penelitian deskriptif, penelitian perkembangan, penelitian kasus atau studi lapangan, penelitian korelasional, penelitian tindakan, penelitian komparatif, penelitian eksperimental dan penelitian kualitatif. Berdasarkan tingkat penjelasan, terbagi menjadi penjelasan deskriptif, penjelasan asosiatif dan penjelasan kausalitas.

 

Metode Penelitian

 

Menurut Danim (2002), ada dua jenis metode penelitian, yaitu metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif.

 

Tipe-tipe penelitian kuantitatif:

Tipe-tipe penelitian kualitatif:

  1. Penelitian Deskriptif
  2. Penelitian Perkembangan
  3. Penelitian Tindakan
  4. Penelitian Perbandingan – Kausal
  5. Penelitian Korelasional
  6. Penelitian Eksperimental Semu
  7. Penelitian Eksperimental
  1. Penelitian Fenomenologi
  2. Penelitian Grounded
  3. Penelitian Etnografi
  4. Penelitian Historis
  5. Penelitian Kasus
  6. Penelitian Filosofis
  7. Penelitian Kritik Sosial

 

  1. II.               Isi

 

Skripsi yang saya analisis kali ini merupakan skripsi yang menggunakan metode penelitian kuantitatif.

 

Asumsi Dasar

Kuantitatif

Kualitatif

Ontologi (Hakikat Dasar Gejala Sosial)

 

 

 

Hakikat Dasar Manusia

 

 

 

Epistemologi (Hakikat Dasar Ilmu Pengetahuan)

–          Kaitan Ilmu dengan Nilai

 

–          Kaitan Ilmu dengan Akal Sehat

 

–          Metodologi

 

 

Aksiologi

–          Real

–          Berpola

 

 

 

–          Rasional

–          Diatur oleh hukum universal

 

 

 

–          Bebas Nilai

–          Objektif

 

Ilmu adalah cara terbaik memperoleh Pengetahuan

 

–          Deduktif

–          Nomotetik

 

Menemukan hukum universal, mencari penjelasan

–          Dibuat melalui definisi

–          Hasil makna dan interpretasi

 

–          Memberi makna

–          Bebas

 

 

 

 

–          Tidak Bebas Nilai

–          Subjektif

 

Akal sehat adalah teori orang awam yang perlu dipahami

 

–          Induktif

–          Idiografik

 

Menemukan arti pemahaman

 

Ini terbukti dari kalimat pembukanya yang berbunyi, ” The purpose of this research is to observe whether factors of self-concept building, affect the selective exposure of information on sexual behaviors issued in printed media, also to test which are the strongest factors. Those factors are other’s image, social comparison, cultural teachings, and self interpretation and evaluation. The multiple regression analysis shows that the influence from factors of self-concept building is quite strong. According to beta score, there are only two factors that are considered significant. Those two factors are other’s image and cultural teachings. This indicates that not all factors of self-concept building have a quite strong influence. This study also revealed that other’s image is the strongest factor that affect the selective exposure on sexual behavior information in printed ”. Pada kalimat yang berbahasa Inggris tersebut, terdapat teori yang merupakan titik tolak pemikiran sang penulis skripsi.

 

Kemudian, pada awal-awal jurnal, sang penulis langsung mengemukakan permasalahannya yang diwakili dengan 2 pertanyaan penelitian sebagai berikut:

  1. Apakah faktor-faktor pembentukan konsep diri remaja mempengaruhi terpaan selektif (selective exposure) informasi tentang perilaku seksual dalam media cetak?
  2. Faktor pembentukan konsep diri remaja manakah yang paling kuat mempengaruhi terpaan selektif informasi tentang perilaku seksual dalam media cetak?

Hal tersebut membuktikan bahwa penulis menggunakan pendekatan deduktif dan bersifat nomotetik pada kalimat awal berbahsa Inggrisnya.

 

            Selanjutnya, penulis menguraikan teori-teorinya yang ada pada bagian bab Kerangka Teori yang terbagi menjadi dua:

  1. Pembentuk Konsep Diri, yang terbagi lagi menjadi:
    1. Pendapat orang lain
    2. Perbandingan sosial
    3. Ajaran budaya
    4. Interpretasi dan evaluasi diri
  2. Terpaan Selektif Media Massa
  3. Seksualitas

Pada riset kuantitatif yang bersifat menerangkan, teori berfungsi sebagai dasar hipotesis-hipotesis yang akan diuji.

 

            Selanjutnya, penulis mengajukan definisi konseptual yang terbagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari:

  1. Remaja
  2. Media cetak
  3. Hipotesis Teoritis
         
   
   

Terpaan selektif informasi perilaku seksual dalam media cetak

 

 
   
 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hipotesis teoritis disini berfungsi sebagai pernyataan atau pendapat yang masih belum tentu kebenarannya, masih perlu diuji terlebih dahulu dan karenanya bersifat sementara atau dugaan awal.

 

Selanjutnya dikemukakan paradigma. Menurut jurnal tersebut, sang penulis menggunakan paradigma positivis. Positivis adalah pendekatan yang menggunakan “ natural science ”. Para positivis lebih memilih data kuantitatif dan seringkali menggunakan metode eksperimen, survey dan statistik. Mereka mencari pengukuran yang tepat dan penelitian objektif. “ There is only one logic of science, to which any intellectual activity aspiring to the title of science must conform “ ﴾Keat dan Urry dalam Newman, 2003:71﴿. “ An organized method for combining deductive logic with precise empirical observations of individual behavior in order to discover and confirm a set of probabilistic causal laws that can be used to predict general patterns of human activity ” ﴾Newman, 2003:71﴿. Kemudian dikemukakan juga cara pengoperasionalisasian konsepnya yaitu dengan menggunakan skala Likert, dimana variabelnya terdiri dari:

  1. Pendapat orang lain
  2. Perbandingan sosial
  3. Ajaran budaya
  4. Evaluasi dan interpretasi diri
  5. Terpaan selektif informasi perilaku seksual di media cetak

Populasi yang digunakan adalah remaja yang sedang bersekolah di SMU yang ada di DKI Jakarta dengan sampelnya sebanyak 90 responden. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling. Kemudian hipotesis risetnya dapat dirangkum sebagai berikut yaitu semakin positif tingkat pendapat orang lain, semakin tinggi tingkat perbandingan sosial, semakin tinggi tingkat ajaran budaya serta semakin positif tingkat interpretasi dan evaluasi diri maka tingkat terpaan selektif informasi perilaku seksual dalam media cetak akan semakin tinggi pula. Pengujian kesahihan dalam penelitian ini menggunakan teknik inter-item consistency, dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut:

  • Jika r hasil positif, serta r hasil > r tabel, maka butir atau variabel itu sahih
  • Jika r hasil tidak positif dan r hasil < r tabel, maka butir atau variabel itu tak sahih
  • Jika r hasil > r tabel tapi bertanda negatif, butir itu dianggap tak sahih

Teknik analisis datanya menggunakan regresi berganda. Sehingga hipotesis statistiknya dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. R2 ≤ 0

H0 =     Tidak ada hubungan antara faktor-faktor pembentukan konsep diri remaja dengan terpaan selektif dalam media cetak.

  1. R2 > 0

H1 =     Ada hubungan antara faktor-faktor pembentukan konsep diri remaja dengan terpaan selektif dalam media cetak.

Berdasarkan probabilitas:

  • Jika probabilitas > 0,05, H0 diterima.
  • Jika probabilitas < 0,05, H0 ditolak.

 

Selanjutnya adalah bab analisis data. Metode regresi yang digunakan adalah metode Enter. Metode ini merupakan prosedur pemilihan variabel yang memasukkan semua variabel ke dalam blok dalam perhitungan single step (Santoso, 2004: 352).

 

            Pada bab yang terakhir yaitu interpretasi data, disajikan beberapa data dalam bentuk tabel yang kemudian diinterpretasikan oleh sang penulis skripsi. Berikut adalah satu diantara beberapa tabel tersebut:

 

Tabel Koefisien Regresi

 

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Beta

Tolerance

VIF

1(Constant)

  Pendapat Orang Lain

  Perbandingan Sosial

  Ajaran Budaya

  Interpretasi Evaluasi Diri

66.278

1.187

 

.333

 

-.715

-.033

24.236

.169

 

.239

 

.350

.221

 

.591

 

.120

 

-.176

-.013

2.735

7.036

 

1.394

 

-2.044

-.147

.008

.000

 

.167

 

.044

.883

 

.960

 

.907

 

.916

.879

 

1.042

 

1.102

 

1.092

1.137

a = Dependent variable: Terpaan Selektif Informasi Pelaku Seksual

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis riset yang telah dikemukakan sebelumnya tidak signifikan di populasi penelitian ini.

 

 

  1. III.           Penutup

 

 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:

 

  1. Peneliti menggunakan teori dengan tujuan menguji berbagai hipotesis guna memperkuat teori yang menjadi landasan berpikir peneliti.
  2. Istilah hipotesis digunakan untuk penelitian kuantitatif yang berkehendak melakukan generalisasi. Hipotesis harus diuji melalui riset dengan mengumpulkan data empiris.
  3. Penjelasan ilmiah positivis bersifat nomotetik/nomothetic ﴾nomos berarti hukum dalam bahasa Yunani﴿ yang artinya berdasarkan sistem dari prinsip-prinsip umum.

 

 

  1. IV.           Daftar Pustaka

 

 

  1. Effendi, Andhina Wulandari; Januari-April 2006; Jurnal Thesis “ Faktor-Faktor Pembentukan Konsep Diri Remaja Yang Mempengaruhi Terpaan Selektif Informasi Tentang Perilaku Seksual Dalam Media Cetak”; Jakarta; Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.
  2. images.soemarno.multiply.com/attachment/0/…/PENELITIAN.ppt?; Pukul 16.00; Tanggal 14 Juni 2010.
  3. Primasari, Winda; 2010; MPK-Paradigma Diktat MPK 1; Jakarta; STIKS Tarakanita.
  4. Primasari, Winda; 2010; Teori Komunikasi Diktat MPK 1; Jakarta; STIKS Tarakanita.
  5. Jannah, Lina Miftahul; Prasetyo, Bambang; 2005; Metode Penelitian Kuantitatif; Jakarta; Rajawali Press.

 

Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s