Proposal Bisnis Kayasa Gear

Ringkasan Eksekutif

Kayasa Gear adalah start-up produsen pakaian dan perlengkapan pengendara motor dan target pasarnya masyarakat umum.Kayasa Gear tidak hanya mengembangkan koleksi perlengkapan dan pakaian,tetapi didukung dengan iklan dan kampanye promosi.Perusahaan berencana untuk memperkuat kemitraan dengan pengecer dengan mengembangkan kesadaran merek.Untuk memasarkan koleksinya sebagai alternatif untuk pakaian yang sudah ada,dan membedakan diri dengan strategi pemasaran,ekskulusivitas,dan kesadaran merek yang tinggi.

Kunci pesan Kayasa Gear adalah pakaian serbaguna.Rencana promosi perusahaan adalah beragam dan mencakup berbagai pemasaran.Di masa depan,perusahaan berharap untuk mengembangkan garis aksesoris untuk pria,wanita,dan anak-anak.Aksesories ini akan mencakup helm,sarung tangan,kacamata,dll`

Prospek pengembangan usaha sangat menjanjikan mengingat pasar yang cukup besar dengan trend yang terus meningkat sedangkan rencana mengembangkan usaha:

  1. Startegis pemasara:

A. Pengembangan Produk

B. Pengembangan wilayah perusahaan

C. Promosi

D. Strategis Penetapan Harga

  1. Pengembangan produksi dan penambahan kapasitas produksi
  2. Penambahan dan pengembangan sumber daya manusia
  3. Pemanfaatan teknologi informasi

 

 Ringkasan Perusahaan

 Misi

              Misi perusahaan adalah untuk memberikan penampilan baru bagi konsumen,berdasarkan gaya,kegunaan dan kualitas.

 

 Status Hukum Perusahaan

            Kayasa Gear didirikan sebagai perusahaan patungan dengan kantor utama yang terletak di

Bekasi.Semua operasi,dari administrasi untuk strategis pemasaran,berlangsung di lokasi kantor di Bekasi.

 Strategi

 Strategi Kaya Gear adalah secara agresif mengembangkan dan memasarkan koleksi lengkap kepa konsumen yang kepada konsumen.Peruasahaan bermaksud  untuk memasarkan koleksi lini sebagai alternatif untuk pakain dan perlengkapan yamng ada dan membedakan dirinya .melalui strategi pemasaran,ekskusivitas,dan keadaran merek.Kayasa Gear bermaksud untuk membangun portofolio inti produk dan mengatasi seegala hambatan dengan menggunakan keahlian perusahaan dalam industri pakaian.

            Tujuan perusahaan adalah untuk membuat dampak besar pada industri pakaian dan perlengakapan motor,menciptakan permintaan konsumen yang besar dan memberikan kenyamanan bagi pengendara motor saat dalam perjalanan mengendarai motor.Tujuan perusahaan ke depan adalah menyediakan pakaian dan perlengkapan motor yang lengkap dan bervariasi.

 Produk

 Produk Kayasa Gear akan di jual dengan harga pada menengah ke atas untuk mencerminkan kaulitas dan ekslusivitas yang terkait dengan merek.Perusahaan akan menggunakan bahan seperti kulit (leather),campuran wol,pakaian mesh dan tekstil demin.Variasi produk awal mulai dari:

  1. Jacket kulit,mesh dan tekstil.
  2. Rompi kulit dan tekstil.
  3. Perlindungan perlengkapan badan

 Variasi produk kedepannya kan diciptakan sejaln dengan kemajuan dan pertumbuhan penjualan.

 Biaya Produksi

 Biaya produksi produk Rompi kami sekitar Rp.48.550,-.Harga jual  rompi di jual Rp.56.000,-dengan margin 15%.Produksi awal sekitar 10 unit dengan baiaya Rp.495.500,-

Rompi

No

Biaya Tetap

 

 

1

Transport

 

 

50.000

 

Total F.C

 

 

50.000

 

Biaya TK

 

 

 

1

Kain

5

12.000

60.000

2

Busa

5

7.500

37.500

3

Kulit imitasi

5

15.000

75.000

4

Resleting

9

7.000

63.000

5

Tali Lock

20

5.000

100.000

6

T.K

1

100.000

100.000

 

TotalV.C

 

 

435.000

 

 

 

 

 

 

Total Cost

 

 

485.500

 

Unit

10

 

 

 

Harga/Unit

48.550

 

 

 

 

 Kegiatan Pemasaran dan Distribusi

 Pemasaran

 Memberikan contoh atau sample kepada calon konsumen dalam memperkenalkan produk sehingga diharapkan dapat menarik jumlah permintaan produksi.Perusahaan akan mengikuti pameran dan bazar yang akan diselenggarakan di wilayah operasional.Tujuan adalah untuk memperkenalkan produk dan menciptakan permintaan.Selain itu juga akn memasarkan produk melalui hubungan dengan agen dan retail pakaian.Pengguna medis komunikasi online seperti internet dan socnial media akan digunakan untuk mencapai target konsumen yang lebih spesifik dan jangkauan luas.Pemasaran melalui media cetak yang berhubungan dengan kendaraan motor.Pemasaran melalui event-event kegiatan kendaraan motor seperti touring,pameran motor dll.

 Target Pemasaran

 Target konsumen kami masyarakat umum yang berkendarai motor.segmen pasar yang di tuju adalah remaja dan dewasa yang berkendaraan motor yang jumlahnya sangat banyak menurut AISI (Asosiasi Industri Motor Indonesia) sekitar 3,3 juta pada tahun 2011 dan setiap tahun terus meningkat.

 Penjualan Dan Distribusi

 Kayasa gear berencana menggunakan distribusi secara langsung,eceran dan internet untuk menjangkau pasar.Saluran distribusi ini paling tepat karena waktu akses ke pasar,keperluan modal yang sedikit,dan akses cepat ke saluran distribusi yang suda berdiri.Produksi akan dilaksanakan secara lokal kemudian akan mencari lokal produksi lain yang berbiaya rendah.Perusahaan dapat beroperasi sebagai pengecer atau produsen (grosir) atau keduanya.Memproduksi dan memasarkan pakaian dan aksesories sendiri dan menjual hanya untuk saluran eceran.Perusahaan menjual produknya kepada pengecer dan konsumen (melalui outlet ritel).

Pesaing

 Industri pakaian sangat kompetitif dan terfragmentasi.pesaing kami meliputi:

  1. Desainer pakaian
  2. Produsen
  3. Distributor
  4. Impotir
  5. Pembeli lisensi
  6. Pengecer

 Beberapa di antara mungkin menjadi pelanggan kami.Persaingan dapat meningkatkan karena kami memperluas ke pasar lain atau perusahaan lain memperluas ke pasar kami.Beberapa dari pesaing kami mungkin dapat beradaptasi dengan perubahan permintaan konsumen lebih cepat,mencurahakan sumber daya yang lebih besar untuk membangun merek tau mengadopsi kebijakan harga yang lebih agresif dari pada kami.

            Selain itu,sehubungan dengan bisnis kami,pengecer pelanggan kami dapat menimbulkan ancaman kompetitif yang signifikan oleh sumber produk mereka secara langsung atau pemasaran merek mereka sendiri (private label).Faktor-faktor kompetitif dalam industri pakaian dapat mengakibatkan penjualan berkurang,biaya meningkat,harga yang lebih rendah untuk produk kami dan margin menurun.

            Kami percaya bahwa kesuksesan kami bergantung pada kemampuan untuk terus mengembangkan,mencari sumber,memasarkan dan menciptakan inovasi,dan menjual merek.Produk-produk ini harus ditawarkan dengan harga yang kompetitif di masing masing saluran distribusi.Pertumbuhan penjualan dari merek akan sangat tergantung pada kemampuan kami untuk terus mempertahankan dan meningkatkan identitas merek.

 

 

 

 S.W.O.T

 Strenght

  1. Semakin banyak populasi berkendraan motor dan produk yang ditawarkan banyak sekali.
  2. Produk yang ditawarkan serbaguna dan praktis.
  3. Produk yang ditawarkan merupakan kebutuhan manusia.
  4. Produk yang ditawarkan terjangkau tetapi terkesan akslusif.

 Weaknes

  1. Kapasitas produksi yang masih rendah.
  2. Peralatan kurang lengkap dan belum memadai.

 Oppurtunities

  1. Peluang pasar dalam negeri sangat besar.
  2. Inovasi dan desain produk dapat terus di kembangkan.
  3. Variasi produk yang variasi.
  4. Belum banyak toko yang menyediakan perlengakapan motor.

 Treats

  1. Munculnya pesaing yang lebih besar dengan produk yang murah.
  2. Tuntutan konsumen sendiri.
  3. Meningkatkan daya saing dari negara-negara lapisan bawah yang mengimpor kwe indonesia.

Struktur Organisai

 

               
     
 
           
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Job Description

  1. Pimpinan Produksi                  : Mengawasi dan mengontrol keberlangsungan perusahaan.
  2. Divisi Keuangan Perusahaan : Mencatat dan mengotrol semua pembiayaan dan keuangan.
  3. Divisi Operasional                   : Melakukan pengawasan terhadap persediaan bahan baku dan                          barang perlengakapan untuk proses produksi.
  4. Divisi Pemasaran                     : Mempublikasi dan mendistribusi produk kepada konsumen.
  5. Divisi Produksi                          : Melakukan pengawasan dari awal hingga akhir proses produksi.

 

 Rencana Keuangan

 Kayasa Gear modal mendapat pinjaman sebesar Rp.400.000 dan modal investor Rp.400.00 biaya bunga dibayarkan setiap akhir bulan sebesar 25%.

 Analisis Break-even

            Perkiraan titik impas penadapatan (break-even revenue ) sebesar Rp.485.500,- apabila pendapatan lebih dari Rp,.485.500,- maka perusahaan menghasilkan uang.

 Titik impas per unit sebesar 10 unit,apabila lebih dari 10 unit perusahaan akan mendapatkan keuntungan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Proyeksi Arus Kas

                                                                        Kayasa Gear

                                                                                                                                                Rp

 

Start

Nov

Des

Jan

Feb

Mar

Aprl

Mei

CASH RECEIPTS

 

500.000

600.000

550.000

600.000

650.000

700.000

700.000

Cash Sales

 

 

 

 

 

 

 

 

Modal Pemilik

400.000

 

 

 

 

 

 

 

Loan/Other cash inj

400.000

 

 

 

 

 

 

 

TOTAL CASH RECEIPTS

800.000

500.000

600.000

550.000

600.000

650.000

700.000

700.000

CASH PAID OUT

 

 

 

 

 

 

 

 

Transportasi

 

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

Bahan Baku

 

500.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

Internet

 

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

Bahan Promosi

 

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

Anggaran tak terduga

 

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

SUBTOTAL

0

750.000

550.000

550.000

550.000

550.00

550.000

550.000

Ow ners’Withdraw al

 

 

 

 

 

 

 

 

TOTAL CASH PAID OUT

0

750.000

550.000

550.000

550.000

550.000

550.000

550.000

Kas Awal

800.000

550.000

412.500

275.000

187.500

150.000

162.500

175.000

Pembayaran Hutang

 

187.500

137.500

137.500

137.500

137.500

137.500

137.500

Kas Akhir

 

362.500

275.000

137.500

50.000

12.500

25.000

37.500

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Proyeksi Laba/Rugi

Income Statement           Kayasa Gear

Period Starting:

Nov

Des

Jan

Feb

Mar

Aprl

Mei

TOTAL

 

Sales

 

 

 

 

 

 

 

 

Sales

650.000

650.000

700.000

600.000

650.000

700.000

700.000

4.650.000

Other

 

 

 

 

 

 

 

0

Total Sales

650.000

650.000

700.000

600.000

650.000

700.000

700.000

4.650.000

 

Less Cost Of Goods Sold

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahan Baku

500.000

 

300.000

 

300.000

 

300.000

1.400.000

Labor

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

700.000

Overhead

 

 

 

 

 

 

 

0

Other

 

 

 

 

 

 

 

0

Total Cost Of Goods Sold

600.000

100.000

400.000

100.000

400.000

100.000

400.000

2.100.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gross Profit

50.000

550.000

300.000

500.000

250.000

600.000

300.000

2.550.000

 

Operating Expense

 

 

 

 

 

 

 

 

Transport

 

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

300.000

Internet

 

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

600.000

Marketing/Promotion

 

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

50.000

300.000

Biaya Bunga

 

187.500

137.500

137.500

137.500

137.500

137.500

875.000

Total Operating Expense

0

387.500

337.500

337.500

337.500

337.500

337.500

2.075.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Operating income

50.000

162.500

(37.500)

162.500

(87.500)

262.500

(337.500)

475.000

 

Bunga

 

 

 

 

 

 

 

0

Other Income (expense)

 

 

 

 

 

 

 

0

Total Nonoperating Income (expense)

0

0

0

0

0

0

0

0

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Income(loss)Before Taxes

50.000

162.500

(37.500)

162.500

(87.500)

262.500

(37.500)

475.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Income Taxes

 

 

 

 

 

 

 

0

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Net Income (loss)

50.000

162.500

(37.500)

162.500

(87.500)

262.500

(37.500)

475.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cumulative Next Income(loss)

50.000

212.500

175.000

337.500

250.000

512.500

475.000

475.000

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Untukmu Sahabat

Untukmu sahabat…

 

Tak mudah untuk merangkai sebuah kata kata menjadi indah…

Tak mudah bagaikan seorang pengarang puisi dan pengarang buku,menjadi sebuah puisi dan cerita indah dan atau pun lucu.Begitu pula memang tak mudah untuk merangkai sebuah kenangan indah dalam hidup…tapi aku mempunyai sebuah kenangan yang indah dalam hidup yang akan ku bawa nnti sampai ujung usia…

Hal yang terindah dalam hidupku adalah mempunyai sahabat sahabat seperti mereka,walaupun kita mempunyai sifat & sikap yang berbeda .Merangkai sebuah persahabatan yang penuh dengan kenangan,kadang ada yang mengerti apa yang lain ingin kan terkadang mereka juga mengerti diantara sikap dan sifat sahabat yang lain…

Di setiap pertemuan pasti benang benang indah untuk merajut sebuah cerita indah,entah kadang cerita konyol,lucu,indah.Cerita ini akan kita bawa sampai akhir hidup kita sahabat.

Jadikan persahabata kita menjadi sahabat yang setia,penuh cinta dan kasih sayang.Kita mempunyai tujuan hidup yang sama kawan.Pastikan langkah dalam mencapai tujuan dan cita cita dan harapan yang kita ingin kan.Kalo kita menggemgam persahabatan yang indah akan mudah kita menjalin persahabtan yang indah.Satu kan langkah agar merasa ringan beban yang kita jalani..

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PT UNILEVER INDONESiA Tbk

DAN ENTITAS ANAK/

AND SUBSIDIARIES

 

 

 

NERACA KONSOLIDASIAN

31 DESEMBER 2012

 

ASET                                                                                      31 DESEMBER 2012

 

ASET LANCAR

Kas dan setara kas                                                                  843,290

Piutang usaha setelah dikurangi penyisihan                            248,2008

Piutang lain-lain                                                                      211,822

Persediaan                                                                               2,092,437

Pajak dibayar dimuka                                                             3,558

Pembayaran dimuka lainnya                                                   138,401

Jumlah aset lancar                                                                   5,771,516

ASET TIDAK LANCAR

Aset tetap                                                                    5,950,914

Goodwill                                                                                 61,925

Aset tak berwujud                                                                  570,599

Aset lain-lain                                                                           66,956

Jumlah aset tidak lancar                                                          6,650,394

JUMLAH ASET                                                                                 12,421,910

LIABILITAS  DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Pinjaman jangka pendek                                                         737,660

Hutang usaha                                                                          2,729,487

Hutang lain-lain                                                                      257,181

Hutang pajak                                                                           358,72

Akrual                                                                                                 2,377,159

Jumlah liabilitas jangka pendek                                                          6,874,980

 

 

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Liabilities pajak tangguhan                                                     92,515

Kewajiban imbalan kerja                                                         348,789

Jumlah liability jangka panjang                                                           441,304

Jumlah Liabilities                                                                                7,316,284

EKUITAS

Modal saham                                                                           76,300

Agio saham                                                                             15,227

Selisih nilai transaksi tertrukturrisai

Entitas sepengndalian                                                             80,773

Saldo yang di cadangkan                                                        15,260

Saldo laba yang belum dicadangkan                                      4,918,066

Jumlah entitas                                                                         5,105,626

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       12,421,910

 

 

1.    *Hitung Rasio Likuiditas dari Laporan Keuangan Perusahaan diatas*

 

    . Current Rastio

Aktiva Lancar  X 100% =                        12,421,910X 100% = 1,80 %

             Hutang Lancar                                          6,874,980

B.  B. Quick Ratio

 

Aktiva Lancar – Persediaan  X 100% =   12,421,910– 2,092,437x 100% = 12,7%

            Hutang lancar                                        6,874,980

    

 Cash Ratio

 

Kas + Efek      X 100%  =                      843,290 +76,300 x 100% = 0,11 %

Hutang Lancar                                             6,874,980

 

 Working Capital to Total Asset Ratio

 

Aktiva Lancar + Hutang Lancar x 100% =            12,421,910 +6,874,980 x 100% = 12,5%

            Jumlah Aktiva                                                   12,421,910

 

     Acid Test Ratio

 

Kas + Efek + Piutang x 100% =             843,290+ 76,300+ 2,482,008 x 100% = 91,0%

    Hutang Lancar                                               6,874,980

                                                           

 

 

 

 

 

 

Nama:Meirina Raspalia

Kelas:3da03

Npm:44210326

Sampingan | Posted on by | Meninggalkan komentar

Rangkuman Laporan Keuangan

Rangkuman Laporan Keuangan

A. Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.

Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:

“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”

Dari pengertian diatas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada manajemen.

Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan bank dan sebagainya. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan, tetapi dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi.

Laporan keuangan terdiri dari:

– Neraca, menginformasikan posisi keuangan pada saat tertentu, yang tercermin pada jumlah harta yang dimiliki, jumlah kewajiban, dan modal perusahaan.

– Perhitungan laba rugi, menginformasikan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu.

– Laporan arus kas, menginformasikan perubahan dalam posisi keuangan sebagai akibat dari kegiatan usaha, pembelanjaan, dan investasi selama periode yang bersangkutan.

-Catatan atas laporan keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.

Laporan keuangan diharapkan disajikan secara layak, jelas, dan lengkap, yang mengungkapkan kenyataan-kenyataan ekonomi mengenai eksistensi dan operasi perusahaan tersebut. Dalam menyusun laporan keuangan, akuntansi dihadapkan dengan kemungkinan bahaya penyimpangan (bias), salah penafsiran dan ketidaktepatan. Untuk meminimkan bahaya ini, profesi akuntansi telah berupaya untuk mengembangkan suatu

barang tubuh teori ini. Setiap akuntansi atau perusahaan harus menyesuaikan diri terhadap praktik akuntansi dan pelaporan dari setiap perusahaan tertentu.

Pengertian Laporan Keuangan Menurut pakar & ahlinya

Pengertian Laporan Keuangan

Dalam upaya untuk membuat keputusan yang rasional, pihak ekstern perusahaan maupun pihak intern perusahaan seharusnya menggunakan suatu alat yang mampu menganalisis laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan yang bersangkutan. Di bawah ini merupakan pengertian laporan keuangan dari beberapa ahli, antara lain :

Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, dalam buku Analisis Laporan Keuangan (2002:63), Laporan Keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.

Dalam Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Laporan Keuangan adalah :

“Laporan yang menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya”. (IAI, 2002 : par 47)

Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:105), laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Laporan Keuangan adalah :

1. Merupakan produk akuntansi yang penting dan dapat digunakan untuk membuat keputusan-keputusan ekonomi bagi pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.

2. Merupakan potret perusahaan, yaitu dapat menggambarkan kinerja keuangan maupun kinerja manajemen perusahaan, apakah dalam kondisi yang baik atau tidak.

3. Merupakan rangkaian aktivitas ekonomi perusahaan yang diklasifikasikan, pada periode tertentu.

4. Merupakan ringkasan dari suatu proses transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama periode yang bersangkutan.

Macam – Macam Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan melibatkan penggunaan berbagai macam laporan keuangan yang terdiri atas bagian tertentu mengenai suatu informasi yang penting. Sebenarnya laporan keuangan banyak macamnya, namun yang akan penulis bahas di sini hanyalah laporan keuangan yang pokok saja, yaitu neraca dan laporan rugi laba.

1 Laporan Neraca

Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, dalam buku Analisis Laporan Keuangan (2002:63), Neraca adalah laporan yang meringkas posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca menampilkan sumber daya ekonomis (asset), kewajiban ekonomis (hutang), modal saham, dan hubungan antar item tersebut.

Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:107), Laporan Neraca, yang disebut juga dengan laporan posisi keuangan perusahaan, adalah laporan yang menggambarkan posisi aktiva, kewajiban dan modal pada saat tertentu.

Neraca itu sendiri mempunyai elemen-elemen antara lain sebagai berikut :

1.Aktiva (Assets, Harta)

Aktiva adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Aktiva biasanya terdiri dari :

2. Aktiva Lancar

Meliputi kas dan aktiva lain yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan dengan uang tunai. Aktiva lancar disajikan di neraca berdasarkan urutan likuiditasnya, dimulai dari akun yang paling likuid. Yang termasuk dalam aktiva lancar, yaitu kas, surat berharga, piutang usaha, persediaan barang dagangan, dan lainnya.

2. Aktiva Tetap

Merupakan aktiva tetap perusahaan yang secara fisik tidak dapat dinyatakan dan biasanya memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi mengenai manfaatnya dimasa yang akan dating. Aktiva tetap antara lain : peralatan, mesin, bangungan, dan lainnya.

3. Aktiva Lain-Lain

Pos-pos yang tidak dapat secara layak digolongkan ke dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap perusahaan, antara lain : hak paten, nama baik ( goodwill ), dan lainnya.

4. Hutang ( Liabilities )

Hutang adalah kewajiban-kewajiban yang harus dilunasi oleh suatu perusahaan. Hutang biasanya terbagi menjadi :

a. Hutang Lancar

adalah kewajiban-kewajiban yang harus segera dilunasi oleh perusahaan dengan penggunaan aktiva lancar atau dengan pembentukan kewajiban lancar lainnya dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun. Yang termasuk hutang lancar adalah hutang dagang, hutang gaji, hutang biaya, serta hutang lancar lainnya.

b..Hutang Jangka Panjang

Adalah kewajiban-kewajiban yang tidak diharapkan untuk segera dilunasi dalam siklus operasi normal perusahaan, tetapi pengembaliannya dilakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Yang termasuk hutang jangka panjang adalah hutang hipotek, hutang obligasi, dan hutang jangka panjang lainnya.

5. Modal

Modal pada hakikatnya adalah hak pemilik perusahaan atas kekayaan perusahaan. Yang termasuk elemen dalam modal antara lain modal saham, laba ditahan, dan elemen modal lainnya.

Bentuk Penyajian Neraca:

Menurut Sofyan S.Harahap (2006:112), dalam menyajikan neraca dapat dibagi dalam tiga bentuk sebagai:

1. Bentuk Neraca Staffel atau Report Form

Neraca ini dilaporkan satu halaman vertical. Disebelah atas dicantumkan total aktiva dan dibawahnya disajikan pos kewajiban dan pos modal.

2. Bentuk Neraca Skontro atau Account Form

Disini aktiva disajikan di sebelah kiri ( di Inggris, di kanan) dan kewajiban serta modal ditempatkan disebelah kanan, sehingga penyajiannya sebelah menyebelah.

3. Bentuk Yang menyajikan posisi Keuangan (Financial Position form)

Dalam bentuk ini, posisi keuangan tidak dilaporkan sepeti dalam bentuk sebelumnya yang berpedoman pada persamaan akuntansi.Dalam bentuk ini, pertama-tama dicantumkan aktiva lancar dikurangi hutang lancar, dan hasil pengurangannya diketahui sebagai modal kerja. Modal kerja ditambah aktiva tetap dan aktiva lainnya, kemudian dikurangi hutang jangka panjang maka akan diperoleh modal pemilik.

Laporan Laba Rugi

Menurut A.J. Keown, dkk, dalam buku Dasar-dasar Manajemen Keuangan, yang diterjemahkan oleh Chaerul D. Djakman (2004:80), laporan rugi laba adalah laporan utnuk periode tertentu yang terdiri atas penerimaan bersih dikurangi beban periode itu.

Menurut Sofyan S.Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:73), Laba rugi menggambarkan hasil yang diperoleh atau diterima oleh perusahan selama satu periode tertentu, serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tersebut. Hasil dikurangi biaya-biaya merupakan laba atau rugi. Kalau hasil lebih besar dari biaya berarti laba,sebaliknya, kalau hasil lebih kecil dari biaya-biaya, berarti rugi.

Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, dalam buku Analisa Laporan Keuangan (2002:56), Laporan LabaRugi adalah lebih meringkaskan hasil dari kegiatan perusahaan selama periode akuntansi tertentu.

Laporan Laba/Rugi sendiri punya elemen-elemen antara lain sebagai berikut :

1. Pendapatan

Adalah aliran masuk atau kenaikan aktiva suatu perusahan atau penyelesaian kewajiban (kompensasi keduanya) selama periode tertentu, yang timbul dari penjualan barang-barang, penyerahan jasa, dan elemen pendapatan lainnya.

2. Biaya

Adalah kenaikan dalam ekuitas atau penggunaan selama periode tertentu yang timbuln dari penjualan barang, penyerahan jas, dan lainnya.

3. Keuntungan

Adalah kenaikan dalam aktiva bersih yang timbul dari transaksi-transaksi atau kejadian lain dank arena kondisi-kondisi yang mempengaruhi aktiva bersih.

4. Kerugian

Adalah penurunan dari aktiva bersih yang timbul dari trnsaksi-transaksi atau kegiatan lain dan kondisi yang mempengaruhi aktiva bersih.

Kelemahan Laporan Keuangan

Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis atas Laporan Keuangan (2006:17), kelemahan laporan keuangan diantaranya sebagai berikut :

1. Laporan Keuangan bersifat Historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat, bukan masa kini

2. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan

3. Laporan keuangan bersifat konservatif dalm menghadapi ketidakpastian

4. Laporan Keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/ transaksi daripada bentuk hukumnya (Formalitas)

5. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis dan pemakai laporan keuangan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan

6. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan, umumnya diabaikan.

Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Analisis keuangan adalah usaha untuk menemukan kelemahan kinerja keuangan yang dapat menimbulkan masalah dimasa yang akan datang dan untuk menentukan kekuatan kinerja keuangan yang dapat diandalkan. Peralatan analisis yang digunakan untuk menemukan kelemahan dan kekuatan tersebut adalah laporan keuangan yang mencakup neraca, laporan laba rugi, aliran kas serta laporan sumber dan penggunaan dana (Martin, 2002:481).

Analisis keuangan melibatkan penggunaan berbagai laporan keuangan, yaitu (1) Neraca merupakan ringkasan aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemilik pada satu titik tertentu, biasanya pada akhir tahun. (2) Laporan Laba Rugi terditi dari penghasilan dan biata perusahaan pada periode waktu tertentu, biasanya untuk satu tahun takwim. Dari kedua laporan tersebut, beberapa laporan turunan dapat dihasilkan seperti laporan laba ditahan, laporan sumber dan penggunaan dana dan laporan arus kas (Van Horne and Wachowichz, 2004:128).

Laporan Keuangan yang pengertiannya dapat dilihat pada keterangan sebelumnya dapat dianalisis melalui banyak cara. Sebelum melangkah lebih jauh, analisis laporan keuangan dapat didefinisikan bermacam-macam. Menurut Sofyan S.Harahap (2006:189), analisis laporan keuangan terbagi menjadi dua yaitu, analisis dan laporan keuangan. Kata analisis adalah memecahkan atau menguraikan suatu unit menjadi berbagai unit terkecil. Sedangkan laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaaan pada ssat tertentu atau jangka waktu tertentu.

Sehingga dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa analisis laporan keuangan adalah menguraikan pos-pos laporan keuangan maenjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mmpunyai makna antar satu dengan yang lain antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan putusan yang tetap.

Tujuan dan Macam-macam Analisis Laporan Keuangan

Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:18), salah satu tugas penting setelah akhir tahun adalah menganalisa laporan keuangan perusahan. Analisa ini didasarkan pada laporan keuangan yang sudah disusun. Tujuan analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1. Screening

Analisa dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dari laporan keuangan taanpa pergi langsung ke lapangan.

2. Understanding

Memahami perusahan, kondisi keuangan dan hasil usahanya

3. Forecasting

Analisa dilakukan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan dimas yang akan datang

4. Diagnosis

Analisa dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi, baik dalam manajemen, operasi, keuangan atau masalah-masalah lain dalam perusahaan.

5. Evaluation

Analisa dilakukan utnuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan

Disamping tujuan tersebut di atas, analisa laporan keuangan juga dapat digunakan untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan.

Dengan melakukan analisa laporan keuangan, maka informasi yang dibaca dari laporan keuangan akan menjadi lebih luas dan lebih dalam. Hubungan satu pos dengan pos lainnya akan dapat menjadi indicator-indikator tentang posisi dan prestasi keuangan perusahaan, serta menunjukan kebenaran penyusunsan laporan keuangan.

Analisa laporan keuangan dibagi oleh banyak ahli berbagai macam bentuk. Diantaranya mengemukakan beberapa tehnik analisis sebagai berikut :

1. Cross Sectional Tehnique

1.1 Common Size Statement (Laporan bentuk awam)

1.2 Analisa rasio

1. Time series Tehnique

2. Trend Statement

2.2 Analisa Laporan Keuangan

2.3 Ukuran Variabilitas

1. Gabungan Laporan Keuangan dengan Non Keuangan

3.1 Informasi Pasar Produk

3.2 Informasi Pasar Modal

Kelemahan Analisis Laporan Keuangan

Seperti semua yang ada di dunia, karena tidak ada yang sempurna, analisis laporan keuangan pun demikian. Analisa laporan keuangan mempunyai beberapa kelemahan yang akan dijelaskan lebih lanjut oleh beberapa ahli.

Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:152), ada beberapa kelemahan analisa laporan keuangan, diantaranya sebagai beriktu :

1. Analisa laporan keuangan didasarkan pada laporan keuangan. Oleh karena itu, kelemahan laporan keuangan harus selalu diingat, agar kesimpulan dari analisa yang dilakukan itu tidak salah.

2. Objek analisa laporan keuangan hanya laporan keuangan.

3. Objek analisa laporan keuangan adalah data histories yang menggambarkan masa lalu dan kondisi ini bias berbeda dengan kondisi atau keadaan masa depan.

4. Laporan keuangan hasil konsolidasi atau hasil konversi mata uang asing perlu mendapat perhatian tersendiri, karena perbedaan bias saja timbul karena masalah kurs konversi atau metode konsolidasi.

5. Kelemahan analisa laporan keuangan.

Tehnik analisa rasio merupakan sebagian dari konsep analisa laporan keuangan. Tehnik analisa rasio memiliki kelemahan sebagai berikut :

1. Rasio diambil dari data akuntansi yang juga memiliki sifat tersendiri yang harus diketahui, dan memerlukan tafsiran tersendiri. Dan Bukan tidak mungkin data akuntansi itu sendiri mengandung data manipulasi atau kesalahan lainnya. Perbedaan yang sama-sama boleh dalam akuntansi misalnya perbedaan metode penyusutan akan memberikan data keuangan yang berbeda, penilaian persediaan, periode akuntansi, dan lain-lain.

2. Dalam menilai suatu rasio baik atau buruk, analisis harus hati-hati. Turn Over yang tinggi belum tentu baik. Mungkin perusahaan melakukan obral besar-besaran dan cenderung mau bangkrut atau mungkin jenis perusahaannya berbeda. Rasio Turn Over untuk supermarket berbeda sekali dengan perusahaan dealer mobil mewah.

3. Membandingkan dengan “ Industrial Ratio” (yagn belum ada di Indonesia) harus hati-hati. Karena banyak trick yang digunakan manajemen untuk memperbaiki rasio.

4. Harus juga disadari bahwa laporan keuangan yang dianalisa tidak menggambarkan perubahan nilai uang dan tenaga belinya.

5. Hati-hati terhadap kemungkinan adnaya window dressing, income smoothing atau laporan konsolidasi.

Alat Pengukur Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan perusahaan adalah hasil dari banyak keputusan individual yang dibuat secara terus menerus oleh manajemen (Helfert, 2003:67). Untuk menilai kinerja perusahaan perlu dilibatkan analisis dampak keuangan kumulatif dan ekonomi dari keputusan, dan mempertimbangkannya dengan menggunakan ukuran komparatif.

Alat kinerja keuangan yang hingga saat ini masih banyak digunakan adalah rasio keuangan, seperti Return On Equity (ROE), Return On Assets (ROA), atau Return On Investment (ROI). Analisis Rasio Keuangan sangat bermanfaat bagi stakeholder, yaitu dalam hal : (1) Memberikan dasar dalam meramalkan prospek perusahaan pada masa yang akan dating, (2) Memberikan petunjuk atau gejala – gejala yang timbul dari informasi yang disajika, dan (3) Memudahkan dalam menginterprestasikan laporan keuangan (Miswanto, 2003:81). Jika dicermati secara seksama penilaian kinerja dengan menggunakan rasio keuangan mengandung keterbatasan yang sangat fundamental. Beberapa keterbatasan tersebut antara lain : (1) Rasio Keuangan tidak disesuaikan dengan tingkat harga, (2) Rasio Keuangan sulit digunakan sebagai pembanding antar perusahaan sejenis jika terdapat perbedaan metode akuntansinya dan (3) Rasio Keuangan hanya menggambarkan kondisi sesaat, yaitu pada tanggal laporan keuangan dan periode pelaporan keuangan (Munawir, 2002:65).

Rasio Keuangan adalah suatu bentuk rumusan matematis yang menunjukkan hubungan diantara variable – variable yang terdapat dalam laporan keuangan (Miswanto, 2003:81). Dalam analisis rasio keuangan terdapat beberapa kategori yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, aktivitas dan nilai pasar. Khusus rasio nilai pasar ini berlaku untuk perusahaan yang sudah go public.

Pengambilan Keputusan

Setiap tindakan yang dilakukan orang sebenarnya sudah melalui proses pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan ini didasarkan pada informasi. Dalam proses pengambilan keputusan yang baik, peranan model dan informasi sangat penting. Semakin banyak dan akurat informasi mestinya semakin baik keputusan yang diambil. Dalam dunia bisnis, keputusan yang salah akan menghasilkan kerugian bagi perusahaan. Sedangkan keputusan yang benar akan menghasilkan keuntungan (laba) bagi perusahaan.

Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:39), Pengambilan Keputusan adalah “Proses memilih satu alternatif daari beberapa alternatif yang ada”. Pengambilan keputusan ini harus dapat dilakukan oleh semua orang dalam perusahaan jika kita ingin perusahaan menjadi besar.

Kesulitan Dalam Pengambialan Keputusan

Pengambilan keputusan ini sangat sulit karena beberapa sifat, factor atau keadaan yang melingkupinya yang dijelaskan sebagai berikut :

1. Certainly: Kemungkinan akibat yang akan timbul diketahui pasti. Misalnya jika dimasukkan bahan yang salah produksi pasti rusak.

2. Risk: Kemungkinan akibatnya diketahui tetapi tidak jumlah nilainya. Misalnya memproduksi barang jenis baru.

3. Uncertainly: Kemungkinan yang timbul tidak diketahui dan tidak pasti, alternative, dan akibatnya juga serba tidak pasti. Misalnya membuka perusahaan (bisnis lain yang baru).

Penulis lain mencatat beberapa kesulitan mengambil keputusan ini yaitu :

1. Variabel serba tidak pasti, karna menyangkut persoalan kini dan yang akan datang;

2. Lingkungan yang terus berubah dan tidak pasti;

3. Input dan output juga tidak pasti;

4. Kompleksitas lingkungan;

5. Dinamika masyarakat;

6. Persaingan dan;

7. Risiko yang ada;

Metode Pengambilan Keputusan

Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:41), Untuk mengambila keputusan dapat menggunakan metode sebagai berikut :

1. Rational Model

Dalam metode ini kita menggunakan pendekatan rasional dan akal, bukan berdasarkan subyektif.

2. Behavioral Model

Dalam metode ini pengambilan keputusan diambil jika informasi tidak lengkap dan jika pun ada mungkin tidak akurat.

3. Irrational Model

Keputusan dibuat cepat, seperti gerakan refleksi, dengan menggunakan media subyektif yang ada dan terus dicari alasan rasionalnya belakangan.

Prosedur Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan adalah kegiatan memilih tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang dianggap tepat untuk menyelesaikan suatu persoalan. Umumnya proseddur yang sebaiknya diikuti dalam proses pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :

1. Penetapan sasaran atau tujuan yang akan dicapai.

2. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok yang operasional.

3. Menyusun tindakan alternatif (courses of Actions) yang akan dipilih, untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan.

4. Menilai masing-masing tindakan alternatif tersebut.

5. Memilih tindakan yang terbaik sebagai keputusan sementara.

6. Menginventarisasikan akibat-akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara itu.

7. Menetapkan keputusan sementara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan (rencana implementasi).

Pengertian analisis keuangan system Du Pont

Menurut Bambang Riyanto, dalm bukunya Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan yang sering disebut sebagai “ Du Pont System” adalah suatu system analisis yang dimaksudkan untuk menunjukan hubungan antara “ Return On Investment, Assets Turn Over “, dan “Profit Margin”. ROI adalah rasio keuntungan neto sesudah pajak dengan jumlah investasi (aktiva) sehingga dalam Du Pont System diperhitungkan juga bnga dan pajak.

Menurut J. C. Van Horne & J. M. Wachowicz, Jr, dalam buku prinsip-prinsip Manajemen Keuangan, yang diterjemahkan oleh Heru Sutojo, Sistem Du Pont adalah system yang menggunakan pendekatan tertentu terhadap analisis rasio untuk mengevaluasi efektifitas perusahaan.

Menurut Sofyan S . Harahap, dalam buku Analisa Kritis Laporan Keuangan, Du Pont memiliki cara sendiri dalm menganalisa laporannya. Caranya hamper sama dengan analisa laporan keuangan biasa, namun pendektannya lebih integrative dan menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai elemen analisisnya.

Menurut Mamduh M. Hanafi & Abdul Halim (2002:90), Analisa Du Pont adalah analisis yang menghubungkan tiga macam rasio sekaligus, yaitu ROI, Profit Margin & Asset Turn Over.

Menurut A. J. Keown, dkk (2004:102), analisa du Pont adalh system rasio keuangan yang dirancang untuk menyelidiki determninan rasio pengembalian ekuitas pemegang saham dan pengembalian aktiva

Jenis-jenis Laporan Keuangan

Sesuai dengan definisi akuntansi sebagai suatu kegiatan yang meliputi proses pencatatan sampai dengan penganalisaan data-data keuangan perusahaan, produk (out put) yang dihasilkan kegiatan tersebut berupa pelaporan

Abaya New Florakeuangan. Pelaporan keuangan ini terdiri dari pelaporan keuangan yang khusus digunakan untuk kepentingan internal perusahaan saja dan juga pelaporan keuangan yang ditujukan untuk kepentingan pihak eksternal perusahaan.

Jenis pelaporan keuangan berikut ini dapat dikategorikan sebagai pelaporan keuangan yang terutama ditujukan untuk kepentingan pihak eksternal perusahaan. Meskipun demikian pihak internal juga memerlukannya. Pelaporan keuangan ini lazim disebut dengan laporan keuangan, yang meliputi:

1. Laporan Laba Rugi yaitu laporan keuangan yang memberikan informasi tentang hasil kegiatan operasi perusahaan (laba atau rugi) selama satu kurun waktu (periode) tertentu.

2. Laporan Ekuitas yaitu laporan keuangan yang memberikan informasi tentang perubahan ekuitas pemilik atau modal selama kurun waktu (periode) tertentu.

3. Neraca yaitu laporan keuangan yang memberkan informasi tentang aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada saat (tanggal) tertentu.

4. Laporan Arus Kas yaitu laporan keuangan yang memberikan informasi tentang penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama kurun waktu (periode) tertentu.

5. Catatan atas Laporan Keuangan yaitu berupa informasi baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan yang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang kebijakan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh perusahaan, rincian pos pos laporan keuangan, penjelasan kontrak-kontrak utang perusahaan dan lain-lain.

Pengguna laporan keuangan

Laporan keuangan diperlukan oleh pihak-puhak yang berkepentingan terhadap kinerja perusahaan seperti pemegang saham, pimpinan, investor, bank pemerintah (kantor pajak), dan sebagainya. Para pengguna laporan keuangan digolongkan menjadi dua yaitu, pihak internal dan pihak eksternal.

1. Pihak Internal

Pihak internal ialah pihak yang berhubungan langsung dengan operasi perusahaan sehari-hari, misalnya pemimpin perusahaan (manajer). Manajer sebagai pengelola perusahaan dan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan. Banyaknya jenis data yang dibutuhkan oleh seorang manajer tergantung dari besar kecil perusahaan yang dikelolanya. Informasi ini dibutuhkan oleh manajeruntuk mengevaluasi kegiatan usaha yang akan dijalankan.

2. Pihak Eksternal

Pihak eksternal ialah pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, tetapi tidak terlibat secara langsung dalam membuat berbagai keputusan dan kebijakan operasional perusahaan. Pihak eksternal diantaranya sebagai berikut:

A. Pemillik perusahaan, memerlukan informasi akuntansi pada waktu tertentu untuk mengetahui posisi keuangan perusahaannya.

B. Investor & pemegang saham, memerlukan informasi akuntansi untuk mengetahui status keuangan dan prospek perusahaan yang akan datang. Informasi ini dijadikan pertimbangan dasar untuk menanamkan modal atau tidak pada perusahaan tersebut.

C. Kreditor, memerlukan informasi akuntansi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi hutangnya.

D. Pemerintah, berkepentingan terhadap informasi akuntansi suatu perusahaan berkaitan dengan masalah perpajakan. Dari laporan keuangan yang ada, pemerintah dapat menentukan jumlah pajak dan penetapan pajak dari perusahaan tersebut.

E. Karyawan, memerlukan informasi akuntansi untuk mengetahui profitabilitas dan akuntabilitas perusahaan tempat mereka bekerja.

F. Masyarakat, terutama yang berada disekitan perusahaan, karena perusahaan berkepentingan dalam penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Tujuan dan fungsi laporan keuangan secara umum adalah

1. Kepatuhan dan Pengelolaan (compliance and stewardship)

Laporan keuangan digunakan untuk memberikan jaminan kepada pengguna laporan keuangan dan pihak otoritas penguasa agar pengelolaan sumber daya sesuai dengan ketentuan hokum dan peraturan yang ditetapkan.

2. Akuntabilitas dan Pelaporan Retrospektif (accountability and retrospective reporting)

Laporan keuangan digunakan untuk memonitor kinerja dan mengevaluasi manajemen, memberikan dasar untuk mengamati trend antar kurun waktu, pencapaian atas tujuan yang ditetapkan, dan membandingkannya dengan kinerja organisasi lain yang sejenis jika ada.

3. Perencanaan dan Informasi Otorisasi (planning and authorization information)

Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan dasar perencanaan kebijakan dan aktivitas dimasa dating, juga memberikan informasi pendukung mengenai otorisasi penggunaan dana.

4.Kealangsungan organisasi (viability)

Laporan keuangan berfungsi untuk membantu pembaca dalam mementukan apakah suatu organisasi atau unit kerja dapat meneruskan menyediakan barang dan jasa (pelayanan) dimasa mendatang.

5.Hubungan Masyarakat (public relation)

Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan kesempatan kepada organisasi untuk mengemukakan pernyataan atas presentasi yang dicapai kepada pemakai yang dipengaruhi karyawan dan masyarakat, juga sebagai alat komunikasi antara public dan pihak yang berkepentingan.

6. Sumber fakta dan gambaran (source of facts and figures)

Bagi organisasi pemerintahan, tujuan umum akuntansi dan Laporan keuangan adalah :

I. Memberikan informasi guna pembuatan keputusan ekonomi, sosial dan politik serta sebagai bukti pertanggungjawaban dan pengelolaan.

Memberikan informasi guna mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional.

Laporan keuangan untuk mendukung pembuatan keputusan ekonomi, sosial, dan politik meliputi informasi yang digunakan untuk :

a. Membandingkan kinerja keuangan actual denga yang dianggarkan.

b. Menilai kondisi keuangan dan hasil – hasil operasi.

c.Membantu meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang terkait dengan masalah keuangan dan ketentuan lainnya.

d. Membantu dan mengevaluasi efisiensi dan efektivitas.

Dalam konteks akuntansi sektor publik, jenis informasi yang diberikan untuk pengambilan keputusan adalah terbatas pada informasi yang bersifat financial saja. Informasi financial disini adalah informasi yang dapat diukur dengan satuan monometer. Secara rinci tujuan akuntansi dan laporan keuangan organisasi pemerintah adalah :

A. Menentukan dan memprediksi aliran kas, saldo neraca, dan kebutuhan sumber daya finansial jangka pendek unit pemerintah.

B. Menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi suatu unit pemerintah dan perubahan – perubahan yang terjadi di dalamnya.

C. Memonitor kinerja, kesesuaiannya dengan peraturan perundang – undangan, kontrak yang telah disepakati, dan ketentuan lain yang disyaratkan.

D.Memberikan informasi untuk perencanaan dan penganggaran, serta untuk memprediksi pengaruh akuisisi dan alokasi sumber daya terhadap pencapaian tujuan operasional.

E .Memberikan informasi untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional

Untuk menentukan biaya program, fungsi, dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan criteria yang telah ditetapkan, membandingkan dengan kinerja periode – periode sebelumnya, dan dengan kinerja unit pemerintah lain

Untuk mengevaluasi tingkat ekonomi dan efisiensi operasi, program, aktivitas, dan fungsi tertentu di unit pemerintah

Untuk mengevaluasi hasil suatu program, aktivitas, dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target

Untuk mengevaluasi tingkat pemerataan (equality) dan keadilan (equity)

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

” PT. JASA AKUNTANSI INDONESIA”

RUGI / LABA

Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2011

No. Keterangan 31-Dec-10 31-Dec-11

I 1 Pendapatan 1.901.825.003,00 2.509.301.099,00

1 Pendapatan Jasa 1.901.825.003,00 2.509.301.099,00

II 4 Biaya Tenaga Kerja 725.303.352,04 1.214.114.383,04

1 Gaji Karyawan 545.547.726,52 1.006.531.757,52

2 Bonus 179.755.625,52 205.701.625,52

3 Tunjangan Makan 0,00 1.881.000,00

4 Tunjangan Kesehatan 0,00 0,00

6 Tunjangan Jamsostek 0,00 0,00

7 Tunjangan PPh 21 0,00 0,00

8 Tunjangan Lain – lain 0,00 0,00

III 5 Biaya Penjualan & umum 1.310.729.056,22 1.747.265.144,20

1 Perjalanan 156.473.325,52 188.210.915,52

2 Perhubungan 194.971.927,52 239.157.879,52

3 Listrik & Air 6.064.917,00 0,00

4 Bea Materai & Pajak Lainnya1 1.155.080,00 3.660.072,00

5 Pelayanan 160.118.625,52 261.435.133,52

6 Sewa 0,00 350.000,00

7 Pemeliharaan & Perbaikan 158.562.359,52 179.417.154,52

8 Pemakaian Kantor 182.604.374,52 197.204.204,52

9 Penyusutan 37.076.986,42 60.843.393,50

10 Asuransi 2.704.750,00 4.177.521,88

11 Amortisasi 0,00 0,00

12 Pengangkutan 0,00 0,00

13 Kendaraan 26.170.715,00 13.491.500,00

14 Pemeliharaan Kendaraan 6.172.005,00 6.128.948,00

15 By.Eksport 0,00 0,00

16 Iklan 3.575.000,00 6.761.500,00

17 Contoh 0,00 0,00

18 By.Administrasi 0,00 0,00

19 Komisi & Administrasi Bank 3.702.732,18 7.338.404,01

20 Komisi & Perijinan 201.043.225,52 231.066.225,52

21 By. Lain-Lain 160.333.032,52 348.022.291,71

IV 6 Penghasilan Netto (134.207.405,26) (452.078.428,24)

V 7 Penghasilan Diluar Usaha 8.996.462,66 70.507.676,62

1 Penghasilan Bunga 44.581,12 44.456,37

2 Keuntungan Tukar Valas – Transaksi 8.926.879,54 61.707.720,25

3 Klaim 0,00 0,00

4 Keuntungan Penjualan Aktiva 0,00 0,00

5 Penghasilan Lain-Lain 25.002,00 8.755.500,00

VI 8 Pengeluaran Diluar Usaha 21.464.587,38 70.508.830,87

1 Beban Bunga 287.778,00 2.925.429,84

2 Kerugian Tukar Valas – Transaksi 10.376.806,39 56.303.381,03

3 Klaim 0,00 0,00

4 Sumbangan 2.600.000,00 2.950.000,00

5 Amortisasi 8.199.999,99 8.200.000,00

6 Kerugian Lain – Lain 3,00 130.020,00

VII 9 Laba Bersih (146.675.529,98) (452.079.582,49)

Tabel Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Sumber : http://www.google.com

Nama : Meirina Raspalia

NPM : 44210326

Kelas : 3DA03

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Otonomi Daerah

Otonomi Daerah

Eforia otonomi daerah juga bisa menimbulkan hal dapat menurunkan kompetisi kita.Adanya otonomi daerah oleh sebagian Pemerintah Daerah diasosiasikan dengan “otonomi wilayah” sehingga daerah daerah kabupaten dan propinsi seakan menjadi Negara “merdeka” yang dapat secara bebas mengatur daerahnya.Padahal,otonomi daerah hakekatnya hanya pendelegasian kewenangan untuk mengurus daerah,namun tetap dlam bingkai kepentingan nasional secara keseluruhan.
Padahal demikian telah membuat sebagian daerah menerbitkan berbagai aturan yang terkadang tidak mendukung perekonomian secara keseluruhan,bahkan juga kepentingan local sendiri.Ini tentu kontraproduksi pula dengan AFTA.Misalnya,untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),banyak daerah menerbitkan berbagai pajak dan retribusi baru.Ini bukan saja bisa melambankan aktivitas perdagangan,melainkan juga mengurangi minat investasi ke daerah daerah.Sebagaimana diberitakan media massa,banyak investor yang menunda investasinya ke daerah karena belum jelasnya aturan di masa mendatang,dan khawatiran adanya pungutan daerah yang akan membuat perusahaan menjadi tidak kompetitif.
Contoh ekstrim berlebihannya daerah dalam menerbitkan peraturan adalah adanya peraturan daerah dari pemerintah Daerah lampung yang memungut retribusi dari label yang melekat dalam setiap produk!Ini memang ide yang “brilliant”untuk meningkatkan PAD,namun sayang “kebablasen”.Akibatnya kebijakan ini,bukan saja akan menaikkan harga dan membebani konsumen,melaikan juga dapat mengurangi minat investor masuk ke daerah tersebut.Karena daerah tersebut dapat juga saja secara tiba-tiba membuat peraturan daerah yang dapat meningkatkan biaya perusahaan,tanpa khawatir adanya teguran dari pusat.

Tidak,hanya itu,Pemerintahan Daerah Lampung juga mengenakan retribusi pada 180 jenis komoditi yang keluar dari propinsi ini,dengan tarif Rp 2000 hungga Rp 180 ribu per kg.Ini jelas mengurangi dayasaing produk tersebut.baik di pasar domestic maupun internasional.Pengaktifan kembali jembatan –jembatan timbang di Sulawesi Selatan akan berdampak sama pada biaya poroduksi,yang akan menimbulkan ekonomi biaya tinggi.
Dalam konteks otonomi daerah ini,telah muncul pula semangat kedaerahan yang tinggi,sehingga tekanan untuk memanfaatkan sumberdaya daerah sangat besar.Ini bisa di fahami kalau memang sumberdaya tersebut kompetitif.Namun jika untuk memanfaatkan sumberdaya daerah tersebut dengan memasang palang-palang proteksi atas produk atau sumberdaya dari daerah lain,maka ini sangat bertentangan dengan semangat AFTA.Secara global kita membuka pintu,namun secara local kita menutup akses masuk dari daetah lain.Hitung-hitungan ekonomis untuk menyakinkan daerah-daerah yang selama ini memang hanya “menunggu petunjuk pusat” adalah tidak mudah.Sikap yang emosional-regional sekarang lebih mengemuka,karena didasari semangat untuk memajukan daerahnya,yang terkadang lebih berorientasi jangka pendek.
Dengan melihat kondisi yang demikian,dan ketidakseimbangan pemerintah dan pelaku ekonomi,seharusnya kita perlu malu menegosiasikan kemballi skim waktu AFTAini.Pe,merintah untuk menunda,jika itu datang dari Indonesia,akan sangat diperhitungan oleh negara ASEAN lainnya.Karena sebagaimana pun pasar Indonesia tetap yang paling besar.Dan AFTA tak banyak artinya tanpa keikutsertaan Indonesia

Referensi:Google

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Migrasi Daerah Istimewa Yogyakarta

Migrasi Daerah Istimewa Yogyakarta

Dalam kaitan migrasi ini,propinsi DIY agaknya memiliki karakteristik yang khusus dibandingkan dengan daerah lainnya.Migrasi masuk ke DIY selalu meningkat dari waktu ke waktu,sedangkan migrasi keluarnya,kecuali tahun 1995,selalu mengalami kenaikan.Data tahun 1995 menunjukkan,angka migrasi msuk risen ke Yogyakarta mencapai 7,5%,sehingga menempatkannya sebagai propinsi ketiga tetinggi migrasi masuknya,sedikit di bawah Jakarta (6,5%) dan Kalimatan Timur(6,0%).
Dapat di duga bahwa migrasi terbanyak yang masuk ke propinsi DI Yogyakarta ini adalah dengan alasan untuk melanjutkan pendidikan.Oleh karena itu,tidak mengherankan kalau angka migrasi keluarnya juga cukup tinggi.Sebab ,sebagian dari mereka yang selesai dari pendidikannnya,akan keluar lagi dari Yogyakarta.Migrasi keluar risen Propinsi DI Yogyakarta tahun 1995 menempati posisi kedua tertinggi di Indonesia (3,8%),dio bawah DKI Jakarta (9%).
Migrasi neto di DI Yogyakarta ini selalu konsisten positif,dan mengalami peningkatan selama satu dasawarsa terakhir ini.Bahkan,porsi migrasi neto di DI Yogyakarta dalam tahun1995 juga menempati peringkat keepat tertinggi di bandingkan propinsi lain di Indonesia.Mengamati perkebangan yang ada di Yogyakarta ini,maka paling tidak ada penyebab meningkatnya migrasi neto ke Yogyakarta tersebut.
Pertama,dengan ini semakin makmur masyarakat Indonesia,semakin tinggi pula kemampuan untuk mengenyam pendidikan.Untuk itu,mereka mencba mencari tempat pendidikan yang terbaik ,dan Yogyakarta umumnya salah satu daerah yang menjaid tujuan penduduk lainnya di Indonesia,biaya hidup di DIY relatif lebih murah.Pengamatan menunjukan,mereka yang melanjutkan sekolah ke Yogyakarta ini setelah selesai pndidikan sebagai tempat tinggal di Yogyakarta.Alasanya antara lain adalah Yogyakarta merupakan yang relatif baik pendidikan anak anaknya di masa yang mendatang.

Kedua,adanya kecenderungan mereka yang mampu mengirinkan anaknya sekolah di Yogyakarta telah diikuti dengan kepindahan orang tuanya ke Yogyakarta pula.mereka ini membeli rumah dan akhirnya mentap dan meng habiskan hari tuanya di Yogyakarta tersebut.Berbagai pengamatan di komplek kompleks perumahan menunujukan,semakin banyaknya para orang tua yang kemudian menyertai annak anaknya yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta.
Ketiga,adanya sebagian perantau yang berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya,setelah pensiun memilih membeli rumah dan menjadi penduduk Yogyakarta.Pertimbangan ini tidak jarang juga terkait dengan alasan kedua dia atas,yaitu sambil menunggu anak cucu yang juga bersekolah di Yogyakarta,disamping faktor faktor ingin kembali berkumpul dan dekat dengan keluarga yang sempat terpisah.
Adanya migrasi masuk yang secara kontiyu bertambah di Yogyakarta ini telah menimbulkan trasformasi kehidupan ekonomi dalam masyarakat.Yogyakarta yang sebelumnya di kenla sebagai kota yang relatif muurah,telah berubah menjadi semakin mahal yang di bandingkan beberapa kota di Indonesia.Di samping itu,wilayah Yogyakarta yang relatif sempit,dengan adanya tekanan pertambahan pendudukan dan pada migrasi,telah menyebabkan harga tanah sangat mahal dan semakin cepat kenaikannya.Oleh karena itu,tidak mengherakan jika indeks harga konsumen (inflasi) di Yogyakarta hamper selalu di ats rata rata propinsi lain di Indonesia.

Referensi:google

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Migrasi DKI Jakarta

Migrasi DKI Jakarta

Data yang cukup menarik dari SUPAS 95 ini adalah dalam tahun 1995,migrasi masuk ke Jakarta cukup turun drastis dibandingkan 5 lima tahun sebelumnya,yaitu dari 99 jiwa menjad 65 jiwa per seribu penduduk .Kebijakan pemerintahan DKI Jakarta yang semakin mempersulit para pendatang yang tidak mempunyai kepastian kerja,kiranya juga menompang semkain kecilnya arus masuk pendatang ke Jakarta.Gerakan gerakan yang di lakukan pemerintahan.Daerah DKI Jakarta,seperti yang terjadi pada bulan juni juli 1997,yang melakukan razia (pemeriksaan)terhadap penduduk,yang pada hakekatnya ingin melakukan shock therapy pada pendatang yang tidak jelas status dan pekerjaannya,merupakan tindakan yang mengurangi hasrat untuk migrasi ke Jakarta.Dengan berbagai faktor di atas,diperkirakan arus masuk ke Jakarta ini akan semakin kecil di masa yang akan mendatang.
Sementara itu,propinsi DKI Jakarta juga mencatat sebagai daerah yang tertinggi migrasi keluar risennya di Indonesia,baik dilihat angka relatife maupun absolutnya.Jika tahun 1980 dan 1985 masing masing terdapat 5,9% dan 5,8% penduduk DKI Jakarta yang pindah propinsi lain,maka tahun 1990 dan 1995 meningkat menjadi 12% dan 9% dari total pendudknya.Karena angka ini lebih besar dari moigrasi masuknya,akibatnya migrasi neto risen DKI Jakarta tahun 1995 sudah mulai negative.Salah astu penyebabnya antara lain adalah terjadinya migrasi ke propinsi tetangganya,yaitu Jawa Barat.Angka migrasi neto risen DKI Jakarta merosot sangat tajam dari 5,6% (positif) tahun 1980 menjadi 2,5% (negative) tahun 1995.Dengan melihat adanya kecenderunmgan penurunan migrasi yang masuk ke daerah ini selama 15 tahun terkahir ini,agaknya memberikan indikasi pula bahwa daya tarik Jakarta bagi para migrasi sudah semakin menurun.Semakin sulitnya peluang kerja di Jakarta bagi para pendatang agaknya merupakan faktor yang mengurangi minat penduduk di laur DKI untuk mencari pekerjaan ke Jakarta,dan keluarnya sebagian penduduk DKI kedaerah lainnya.Ini dapat terjadi karena faktor untuk mencari kerja atau meningkatkan taraf hidup inilah yang merupakan pendorong para migrasi datang Jakarta.
Namun demikian,kesimpulan demikian bisa saja keliru.Ini meningkatnya adanya pola pengembangan pembangunan perumahan di daerah tersebut yang meluas ke Propinsi Jawa Barat.Adanya kedekatan jarak geografis dan kemudahan arus transportasi,telah membuat sebagian penduduk Jakarta berpindah tempat tinggal di daerah Jawa Barat,khususnya kawasan Bogor,Tamggerang dan Bekasi (BOTABEK).Pembangunan Jabotabek ini antara lain di tunjang oleh adanya jaringan jalan raya serta transportasi dari DKI Jakarta sebagai ibu kota Repubulik Indonesia ke arah Barat,Selatan dan Timur.Beberapa jalan utama dalam lingkar luar DKI Jakarta telah di bangun,di samping jalan tol Jagorawi,Jakarta Merak,dan Jakarta Cikampek (lembaga Demografi UI dan Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup,1988,h.109).Perpindahan tempat tinggal penduduk Jakarta ini tidak selalu diikuti dengan perpindahan tempat kerjanya,atau ngelaju dari BOTABEK (Jawa Barat) ke Jakarta.Data SUPAS 95 menunjukkan ,sebanyak 48,41% migrant masuk risen ke Jawa Barat berasal dari DKI Jakarta tersebut.

Referensi :google

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar